Desa Margahayu, 11 Juli 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan program pengabdian masyarakat bernama SICATA (Sistem Catatan Keuangan Tani) di Desa Margahayu. Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan literasi keuangan petani, khususnya dalam menghitung laba dan rugi usaha tani.
Program SICATA hadir sebagai respons terhadap kurangnya pemahaman sebagian besar petani mengenai pencatatan keuangan sederhana. Melalui pelatihan ini, mahasiswa IPB membimbing petani untuk mencatat pendapatan dan pengeluaran, menghitung biaya produksi, dan menghitung laba bersih dengan tepat.
“Selama ini kami hanya memperkirakan untung rugi secara kasar. Sekarang kami jadi tahu cara mencatat dan menghitung dengan benar,” ucap Pak Joko, salah satu peserta dari petani di Desa Margahayu.
Pelatihan dilaksanakan secara interaktif, dengan simulasi kasus yang disesuaikan berdasarkan kondisi pertanian di desa. Mahasiswa juga membagikan modul pencatatan keuangan yang mudah digunakan oleh petani setiap hari.
Koordinator KKN IPB, Rani Amelia, menuturkan bahwa modul SICATA dibuat sesederhana mungkin agar bisa diterapkan oleh petani tanpa latar belakang pendidikan tinggi. “Tujuan kami adalah memberikan pengetahuan yang aplikatif. Dengan memahami laba dan rugi usaha, petani bisa membuat keputusan bisnis yang lebih tepat,” jelasnya.
Kepala Desa Margahayu, Bapak Hadi Santoso, menyatakan apresiasinya terhadap kehadiran tim KKN IPB. “Program seperti ini sangat berharga bagi desa kami. Semoga setelah pelatihan, petani di Margahayu bisa lebih mandiri dan profesional dalam mengelola usaha pertaniannya.”
Melalui kegiatan SICATA, mahasiswa KKN IPB berharap dapat meninggalkan dampak positif dan jangka panjang pada masyarakat desa, terutama dalam pemberdayaan ekonomi para petani.
